
Adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan yakni secara ringkas dalam 2 tahapan: tahapan diagenetik atau biokimia dan tahap malihan atau geokimia.
Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan nitrogen dan oksigen
Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk, bisa berbentuk kubus, balok, bulat, atau segitiga.
1. Batu Bara Antrasit :
Spesifikasi : Kandungan karbon tinggi (lebih dari 85%), kadar air rendah, dan nilai kalori tinggi.
Kegunaan : Digunakan sebagai bahan bakar dalam industri logam, pembangkit listrik, dan pemanas industri.
2. Batu Bara Bituminus :
Spesifikasi : Kandungan karbon antara 45-85%, kadar air dan abu sedang, serta nilai kalori menengah.
Kegunaan : Bahan bakar utama untuk pembangkit listrik, produksi semen, dan industri pabrik baja.
3. Batu Bara Sub-Bituminus :
Spesifikasi : Kandungan karbon antara 35-45%, kadar air tinggi, dan nilai kalori rendah.
Kegunaan : Digunakan untuk pembangkit listrik dan beberapa aplikasi industri yang membutuhkan bahan bakar dengan kadar sulfur rendah.
4. Batu Bara Lignit :
Spesifikasi : Kandungan karbon kurang dari 35%, kadar air sangat tinggi, dan nilai kalori sangat rendah.
Kegunaan : Digunakan untuk pembangkit listrik dalam skala kecil dan sebagai bahan baku untuk produksi bahan kimia tertentu.
Dengan berbagai spesifikasi ini, CV Matuari Jaya Indonesia siap menyediakan batu bara sesuai kebutuhan industri Anda, baik untuk keperluan energi, bahan baku industri, maupun aplikasi lainnya.